27 February 2011
Habib Almusawa: “Hentikan Demo Ahmadiyah..”
Kedermawanan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dengan kesejahteraan, Saudara saudariku muslimin muslimat yg kumuliakan, Dengan semakin padatnya desakan terhadap saya lewat email, forum web ini, surat, fax dll untuk memberi tanggapan dan penjelasan permasalahan apa yg diperbuat Majelis Rasulullah saw terhadap Tragedi Monas, maka dengan ini saya menyampaikan sekilas singkat saja tindakan Majelis Rasulullah saw atas hal ini, Saudara saudariku muslimin muslimat yg kumuliakan, Jumlah pengikut Ahmadiyyah di Nusantara ini tidak mencapai 250.000 personil saja, mereka sudah ada sebelum Indonesia merdeka, jumlah mereka sangat sedikit masa itu, namun yg menyebabkan perkembangan mereka bukanlah kehebatan dakwah mereka, namun penyebabnya adalah kegelapan ummat atas iman dan pemahaman akan akidah islam, Jumlah mereka tak mencapai 1% muslimin dimuka bumi, sedangkan yg mesti kita benahi bukan hanya Ahmadiyah, namun juga saudara saudara kita muslimin yg terjebak narkoba, miras, perzinahan, perjudian, kriminal, korupsi, penipuan, kemalasan melakukan hal yg fardhu, seperti meninggalkan shalat lima waktu, tidak mau puasa ramadhan, wanita muslimah yg tak mau menutup auratnya, maraknya aliran sesat seperti Lia Eden, Ahmad Mushoddiq, dan sangat banyak lagi dan diantaranya adalah ahmadiyah, penyebabnya satu saja, yaitu kerusakan iman..
Maka janganlah kita terpaku hanya pada Ahmadiyah satu saja yg tak mencapai 1% dari jumlah muslimin di Indonesia, sedangkan kerusakan ummat yg lain kita lupakan sedangkan jumlahnya jauh lebih banyak, merusak anak anak kita, keluarga dan sahabat kita yg terus berjatuhan pada kemurkaan Allah swt setiap detiknya, Ahmadiyyah dibubarkan atau tidak oleh pemerintah kita, itu bukan tolak ukur bagi kita, karena pembubaran itu akan bersifat semu jika akidah dan iman ummatnya tidak dibenahi, dan pembubaran itu hanya akan menutup satu golongan, yg kemudian timbul ratusan lagi aliran sesat yg membingungkan ummat, Kita jangan terpaku pada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah atau tidak, kita muslimin muslimat berjuang membenahi anggota Ahmadiyah agar kembali kepada Al Haqq, maka pemerintah membubarkannya atau tidak, memeranginya atau tidak, kita tetap bergerak tanpa harus menunggu dahulu pemerintah yg melakukannya, Kita lihat sendiri betapa dahsyatnya kerusakan akidah muslimin, saat bangkit saudara kita mengkontra ahmadiyah, namun muslimin lainnya bangkit pula mendukung ahmadiyah dan membelanya..
Saudaraku Muslimin Muslimat yg kumuliakan, hentikan Demo Ahmadiyah, hentikan kekerasan atas AHmadiyah, hentikan tuntutan untuk pembubaran atas Ahmadiyah, karena dengan perbuatan saudara saudara kita yg memerangi Ahmadiyah dengan kasar dan menuntut dengan desakan keras pada pemerintah untuk pembubaran Ahmadiyah justru bukanlah membuat Ahmadiyah sirna, justru sebaliknya..!, bagaimana…?? Subhanallah…, inilah yg sangat menakutkan dan berbahaya, justru bukan Ahmadiyah nya yg tak mencapai 1% jumlah muslimin, namun justru Muslimin yg membela dan melindungi Ahmadiah berubah menjadi jutaan banyaknya…!, pendukung Ahmadiyah semakin banyak, yg mendukungnya kini bukan hanya Negara Adikuasa musuh islam, namun kini jutaan Muslimin muslimat menaruh simpatik dan iba terhadap Ahmadiyah, Mungkin sebagian muslimin yg awam kini akan memberi infak besar dan rela melindungi Ahmadiyah dari kejaran muslimin karena tak tega melihat mereka dikejar kejar dan didholimi..
Inilah dampak yg sangat buruk dari kekerasan sebagian saudara kita muslimin, Saudara saudariku yg kumuliakan, bangkitlah.., kembalilah pada kelembutan Nabi saw, pada akhlak beliau saw, pada kesantunan beliau saw, dengan itu anggota anggota Ahmadiyah akan luntur dan kembali pada Iman dan Islam, undang dan ajak mereka ke majelis majelis taklim, ajak mereka makan bersama, undang mereka saat acara acara islami, ajak anak anak mereka hadir acara acara islami, bantu mereka yg susah, selalulah berlemah lembut pada mereka, namun tetap bahwa kita tak sefaham dengan mereka dalam masalah akidah, sungguh mereka akan mulai merasa bahwa merekalah yg salah, karena merasa beda sendiri dari muslimin lainnya, terpuruk dan membenci orang muslimin banyak, sedangkan orang orang muslim ternyata baik pada mereka, mereka akan malu sendiri dan menemukan kebenaran, Dan Ingat, bukan hanya Ahmadiyah, tapi seluruh lapisan masyarakat yg terkena ajaran sesat, seperti Lia Eden, Mushoddiq, dll, juga saudara saudara kita yg terjebak narkotika, perzinahan, perjudian, miras, dll janganlah dikasari dan dicaci maki dan dimusuhi, rangkullah mereka untuk berbaur dengan orang yg baik baik hingga mereka mengenal hal yg baik baik bersama orang yg baik dan ramah pada mereka.
Mengenai pemerintah, maka hati hatilah, memang Negara adikuasa sangat menginginkan muslimin bisa diadu domba dengan pemerintahnya sendiri, maka tak perlu Negara musuh musuh islam itu turun tangan menghancurkan simpul simpul kekuatan islam, namun biarlah pemerintah di negeri mereka masing masing yg menghantam mereka, sehingga muslimin saling hantam dengan pemerintahan di negaranya masing masing, mereka kuffar bertepuk tangan atas kejadian ini, media terus meliput kekerasan dan anarkis beberapa gelintir para pemuda peci putih dan pakaian sunnah, namun itu membuat pakaian sunnah dibenci dan identik dengan kekerasan, bukan kedamaian.. inilah harapan besar para Negara musuh islam, agar muslimin yg awam menjadi benci pada pakaian islami, atau malu memakai pakaian islami, karena takut dituduh anarkisme.. maka setelah bulan maulid yg diberkahi Allah swt di negeri kita dengan semakin dahsyatnya gerakan perayaan maulid yg semarak dan menarik perhatian muslimin yg awam untuk memperbaiki diri dan bernaung dibawah sunnah, disaat Jakarta dan wilayah wilayah lainnya mulai terang benderang dengan muslimin yg memakai peci putih, sarung, dll, kini berubahlah mereka pada kemunduran…, semua asesoris islami didentikkan dengan kekerasan dan terorisme, selama ini ketika misalnya naik beberapa pemuda bepeci putih, berbaju putih dan berbusana islami ke sebuah Bus umum misalnya, maka masyarakat awam akan simpatik dan tenang, wah.. pasti anak baik baik, harapan bangsa, pasti dari maulidan atau pengajian, Alhamdulillah…, keberadaan mereka membuat sejuknya jiwa manusia disekitarnya, namun kini ketika naik sekelompok pemuda berbusana muslim,peci putih, baju putih, maka orang orang awam mencibir benci, atau risau dan takut, jangan jangan mau swiping, jangan jangan mau merusak, jangan jangan anggota gerakan anarkis, mereka sudah takut dan benci dengan pakaian islami.. jika masuk sekelompok anak muda dg busana muslim ke sebuah pasar atau pertokoan, maka para satpam tidak lagi merasa aman, mereka langsung curiga dan bermuka masam.. muslimin yg awam kini merasa lebih aman jika melihat orang berbusana kuffar, wanita yg bercelana pendek, pria beranting dan memakai cincin besi dihidung dan bibirnya, mereka merasa lebih aman dengan itu daripada pemuda berbusana sunnah Rasul saw.. inilah kemauan dan tujuan musuh musuh islam…
Saudara saudariku yg kumuliakan, bangkitlah, bersatulah.., lupakan seluruh atribut kita, kita akan bangkit dihari kiamat dibawah satu pimpinan, yaitu Sayyidina Muhammad saw.. tidak ada panji kelompok, panji organisasi, dan panji partai, yg akan berkibar disana hanya bendera Muhammad Rasulullah saw yg akan ditegakkan, dan panji ummat ummat sebelum beliau dengan Nabinya masing masing, maka bersatulah, satukan niat, ingatlah sebidang tanah kubur kita yg sudah menanti tubuh kita dibelahan bumi ini, mereka sudah diberi kepastian bahwa fulan bin fulan akan bersemayam dibawah mereka.., ketika engkau mengingat kepastian saat saat tubuhmu diturunkan pelahan kedalam bumi, lalu kain penutup wajahmu dilepas, lalu kau dihadapkan ke kanan, wajahmu diciumkan ke tanah dinding kubur yg lembab, dan punggungmu diganjal batu bata agar kau tak lepas dari mencium dinding tanah kuburmu, lalu kayu kayu papan disusunkan satu persatu menutupmu, lalu mulailah tanah ditimbunkan padamu, diiringi tangis keluarga dan sahabat sahabatmu, lalu suasana gelap gulita…, sebagaimana sabda Nabi saw riwayat shahih Bukhari, bahwa kau akan mendengar langkah langkah para penguburmu yg berderap menjauh meninggalkan kuburmu.., inilah nasib semua manusia.., inilah akhir dari segala kehidupan, segala karya, usaha, pemikiran, pendapat, perjuangan,kekayaan, kemiskinan,kenikmatan, kesedihan, jabatan, kesibukan dan semua aktifitas yg dilakukan manusia dimuka bumi.., inilah puncak dan akhir dari semuanya.. tinggallah kau sendiri dengan Allah.., bagaimana Allah akan memperlakukan kita?, cukupkah amal amal kita?
Sabda Rasulullah saw : "Barangsiapa yg tak mengasihani orang, maka Allah tak mengasihaninya" (Shahih Bukhari). Maka bersatulah.. dan saling mengasihilah.. kita doakan semua saudara saudara muslim kita yg teraniaya sebab masalah ini agar diberi ksembuhan dan kesabaran, dan saudara saudara kita yg bermasalah dengan fihak yg berwajib agar segera dibebaskan, dan semoga Allah swt segera memadamkan api fitnah permusuhan antara sesame muslimin, dan agar Allah swt segera membantu kita untuk mentauhidkan mereka yg dalam kerusakan akidah, amiin… amiin..amiin.. Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu. Akhir kata, mari kita benahi iman ummat ini, maka terkikislah ahmadiyah, narkoba, perzinahan, korupsi, dan seluruh aliran sesat dan perbuatan sesat.
Allah menumpahkan kekuatan dan kemudahan padaku dan kalian dalam perjuangan ini, amiin
Wallahu a'lam
Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 04 June 2008 )
sumber: majelisrasulullah.org
19 February 2011
Arti Khaataman-Nabiyyiin
Bagaimana sesungguhnya hubungan antara Khataaman Nabiyyiin dengan kalimat "Muhammad bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu?" perlu diperhatikan kata laakin (melainkan) yang disisipkan sebelum kata Rasulullah dan Khaataman-Nabiyyiin. Kata melainkan biasanya digunakan untuk menghilangkan keraguan. Setiap orang Islam jika membaca kalimat pertama tersebut juga timbul pertanyaan dan keraguan mengapa Muhammad bukan bapak dari seorang laki-laki diantara kamu? Firman Allah dalam surah Al-Kausar ayat 4:"Sesungguhnya, musuh engkaulah yang akan tanpa keturunan."
Sejarah Islam mencatat bahwa empat putra kandung Hz. Rasulullah s.a.w. (Qasim, Thayib, Thaher dan Ibrahim) semua wafat dalam masa kanak-kanak. Tidak ada keturunan langsung Hz. Rasulullah s.a.w. sampai dengan hari ini yang berasal dari putra kandungnya. Hal ini dibuktikan dan diakui oleh Allah S.w.t, dalam Surah Al-Kausar ayat 4 bahwa beliau s.a.w. tidak akan memiliki anak laki-laki. Jadi, untuk menghilangkan keraguan itu, Dia menampilkan kata laakin dan menerangkankan bahwa dengan pernyataan itu Allah Ta'ala menghilangkan keraguan dengan cara demikian, yaitu walaupun Hz. Rasulullah s.a.w, bukan bapak dari seorang laki-laki, namun demikian tidak dapat beliau disebut abtar (terputus atau tidak berketurunan), sesungguhnya musuhnyalah yang terputus atau tidak berketurunan. Sebab beliau adalah seorang Rasul Allah. Jadi silsilah keturunan keturunan ruhani seorang Rasul Allah dapat menjadi amat banyak dan luas jangkauannya tak terhingga. Kemudian diteruskan dengan wa khaataman-nabiyyiin, penekanan pokok masalah pertama lebih terfokus yaitu tidak hanya orang mukmin sebagai keturunan baliau, bahwa beliau s.a.w. merupakan Stempel para Nabi. Dengan stempel/cap beliau s.a.w. seorang insan akan dapat mencapai ketinggian martabat ruhani bahkan kenabian. Jadi beliau s.a.w. bukan saja bapak ruhani bagi orang biasa tetapi juga menjadi bapak ruhani bagi para Nabi.
Jadi, pengertian khaatam dengan arti seal, segel, stempel, cap, materai atau cincin (perhiasan) tidaklah merendahkan martabat Hz. Rasulullah s.a.w., bahkan lebih menguatkan kesempurnaan Hz. Rasulullah s.a.w., bahkan segala sifat-sifat yang utama yang terdapat dalam pribadi para Nabi terdahulu mau pun yang akan datang terkumpul dalam diri Hz. Rasulullah Muhammad s.a.w. Hanya beliau s.a.w. seorang yang pantas menyandang gelar Khaatamul-Anbiya', insan kamil, dan rahmatan lil alamin sehingga menjadi teladan bagi seluruh umat manusia untuk selama-lamanya.
Sumber, buku:
Judul: Bukan Sekedar Hitam Putih
Pengarang: M.A Suryawan
Penerbit: Arista Brahmatyasa
Cetakan: Pertama-2005
13 February 2011
Pers Release Jemaat Ahmadiyah Tentang Peristiwa Cikeusik
Dilaporkan bahwa para penyerang datang ke lokasi jemaat Ahmadiyah setempat dengan mengacungkan parang, tombak, pisau dan senjata lainnya. Sebagai akibatnya 3 orang Muslim Ahmadi disyahidkan didepan umum dan 5 lainnya luka berat. Dua mobil, 1 rumah dan 1 sepeda motor milik Muslim Ahmadi juga dibakar. Sejauh ini belum ada yang ditangkap oleh polisi sehubungan dengan insiden ini.
Berbicara dari London dalam merespon terhadap pembunuhan brutal ini, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Pimpinan Muslim Jamaat Ahmadiyah berkata:
"Serangan mengerikan ini, telah menyebabkan kesedihan dan rasa sakit bagi Muslim Ahmadi di seluruh dunia dan juga terhadap semua orang yang cinta damai. Kebiadaban pelaku tidak mengenal batas; orang-orang hanya menonton pemukulan tanpa ampun itu sambil bertepuk tangan dan bersorak-sorai. kepolisian setempat dan pihak otoritas gagal melindungi anggota jemaat Ahmadiyah yang mengakibatkan mereka akhirnya terkena serangan kejam dan brutal.
Setiap kali terjadi serangan seperti ini, Jemaat Muslim Ahmadiyahm baik di Indonesia maupun di seluruh dunia selalu menunjukkan kesabaran dan tidak mencari solusi dengan balas dendam atau kekerasan, melainkan melalui doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan hal ini akan tetap selalu seperti ini. Meskipun demikian bisa dipastikan mereka yang telah menimbulkan kekejaman ini akan bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan akan menghadapi hukuman-Nya. Sementara itu, Jamaah Muslim Ahmadiyah akan terus untuk bersujud di depan Tuhan Yang Maha Esa dan mencari Perlindungan dan Bantuan-Nya."
Jamaah Muslim Ahmadiyah mendesak Pemerintah Indonesia memenuhi mandatnya untuk melindungi semua warga negaranya, terlepas dari apapun agamanya. Hal ini juga untuk mengklarifikasi bahwa tidak ada Muslim Ahmadi yang terlibat dalam segala bentuk provokasi apapun dan bahwa serangan ini termotivasi hanya semata-mata dikarenakan korban adalah anggota Jamaat Muslim Ahmadiyah. Ini merupakan sebuah tragedi, bahwa Muslim Ahmadi mati syahid dalam cara yang paling barbar hanya karena mereka memilih untuk menjalani hidup mereka dengan motto Ahmadiyah 'Cinta untuk Semua, Kebencian untuk Tidak Ada'.
Press Rilis tentang almarhum dan detil-detil lebihlanjut akan segera diterbitkan.
sumber: alislam.org
11 February 2011
Ahmadiyah Disayang, Ahmadiyah Ditendang
Tahun 1907, seorang wanita dari kalangan elite Jerman, Carolyn, masuk Islam. Putri keluarga turunan bangsawan Prusia ini tertarik Islam setelah membaca buku-buku agama Islam yang bagus dan berstandar Eropa.
Masuk Islamnya Carolyn sangat menggemparkan orang Jerman saat itu. Maklumlah, awal abad ke- 20, wajah Islam di Eropa masih terlihat prengus dan kotor. Propaganda politik dan media massa di Eropa terhadap wajah Islam yang bengis dan menakutkan masih menghantui bangsa Jerman. Masuk Islamnya Carolyn barangkali adalah momentum penting dari “perkenalan” Islam di Jerman— negara termaju dan terbesar di dunia saat itu setelah Inggris Raya. Islamnya Carolyn pun membawa dampak besar: orang Eropa, khususnya Jerman, mulai sedikit mengurangi “alergi”-nya pada Islam. Keterkejutan berikutnya terjadi lagi pada 1982. Sebuah masjid besar berdiri di Kota Pedro Abad, kota kecil di Provinsi Cordova, Spanyol.
Masyarakat Spanyol ramai membincangkan berdirinya Masjid Basyarah yang megah itu karena inilah masjid pertama yang dibangun di Spanyol dalam kurun 750 tahun setelah musnahnya kejayaan Islam di Eropa yang berpusat di Negeri Matador itu. Bagi bangsa Eropa Barat yang pernah diduduki imperium Islam selama 750 tahun, kehadiran masjid tersebut membangkitkan kembali kenangan kekalahan Eropa yang Kristen di tangan Imperium Turki Osmani yang Islam. Lalu, 21 tahun kemudian, tepatnya tahun 2003, masyarakat Eropa kembali dikejutkan oleh berita dibangunnya masjid Islam termegah dan terbesar di Eropa Barat, yaitu Masjid Baitul Futuh, di Distrik Morden, Kota London, Inggris.
Majalah berkala di Inggris The Informer menyebutkan bahwa Masjid Baitul Futuh merupakan salah satu bangunan dari 50 bangunan terkenal dan terbaik di dunia. Pada 2003, masyarakat Eropa juga dibuat tercengang dan kagum ketika media-media Eropa memberitakan bahwa umat Islam di Jerman dalam kurun waktu 50 tahun ke depan akan membangun 100 buah masjid di seluruh Jerman. Salah satunya yang telah sangat menggemparkan masyarakat Jerman, khususnya masyarakat Kota Berlin, ialah pembangunan Masjid Khadijah di Kota Berlin pada akhir 2008. Setelah itu, peresmian Masjid Mubarak di Distrik Saint Prix, Paris, Prancis.
Orang Eropa yang menghargai kebebasan dan hak asasi manusia tampaknya menyokong pembangunan tempat-tempat ibadah Islam tersebut. Ini terjadi karena ajaran Islam yang disebarkan di masjid-masjid itu mengusung tema love for all, hatred for none (cinta kepada siapa pun, tidak benci kepada siapa pun). Saat ini, sudah ribuan, bahkan jutaan, buku diterbitkan di Amerika, Eropa, Asia, dan Australia oleh umat Islam yang membangun masjid-masjid megah di Eropa tersebut. Jutaan orang telah diajak memahami Islam yang agung, mulia, dan penuh kasih melalui buku-buku itu.
Kebanggaan
Di pihak lain, nun jauh dari Eropa, dalam sebuah pengajian akbar yang dihadiri ribuan umat Islam di Yogyakarta, awal tahun 1980-an, seorang dai terkenal KH Ir HA Syahirul Alim, MSc, dosen kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UGM, dengan bangga menyatakan bahwa akhir abad ke-20 merupakan momentum kembalinya Islam di pentas ilmu pengetahuan tingkat dunia. Saat itu, umat Islam di seluruh dunia sedang menikmati euforia “Nobel Fisika” yang diterima Prof Dr Abdus Salam dari Pakistan pada 1979.
Prof Dr Ahmad Baiquni, ahli fisika nuklir, yang bersahabat baik dengan Abdus Salam diundang berceramah di mana-mana di Indonesia untuk menjelaskan kesesuaian ayat-ayat Alquran dengan ilmu pengetahuan alam yang telah mengantarkan Abdus Salam meraih Nobel Fisika yang amat bergengsi itu. Penerbit Pustaka Bandung secara khusus menerbitkan buku kecil berjudul Islam dan Ilmu Pengetahuan karya Prof Baiquni yang di dalamnya menjelaskan penemuan sang nobelis Abdus Salam tersebut. Salam menjadi penerang sains Islam dan menjadi penggugah kaum muslimin untuk kembali meraih kejayaan di bidang sains yang pernah digenggamnya pada abad ke ketujuh sampai ke-15, tulis Republika.
Harian Islam terbesar di Indonesia ini juga memuji Salam sebagai saintis Islam terbesar dan ilmuwan muslim pertama yang mendapatkan hadiah Nobel paling bergengsi di bidang fisika atom di tengah terpuruknya sains Islam dalam lima abad terakhir. Abdus Salam kelahiran Pakistan, 29 Januari 1926 itu meraih gelar doktor fisika dalam usia 26 tahun dari Cambridge University, Inggris. Abdus Salam dalam penelitiannya berhasil menemukan fakta bahwa sesungguhnya semua gaya yang ada di jagat raya—yaitu gaya gravitasi, elektromagnet, nuklir kuat, dan gaya nuklir lemah–– hakikatnya merupakan satu kesatuan. Ide penelitian Abdus Salam ini, menurut pengakuannya, terinspirasi dari pernyataan Alquran dalam Surah Al-Mulk ayat 3 tentang keseimbangan ciptaan Allah.
Abdus Salam meninggal tahun 1996. Dunia Islam berbelasungkawa amat dalam atas kepergiannya. Dua pemimpin Pakistan yang amat bermusuhan, Benazir Bhuto dan Ziaul Haq, bersatu memberikan gelar pahlawan Pakistan sejati untuknya. Kerajaan Arab Saudi yang menggelar karpet merah ketika Abdus Salam datang ke Tanah Suci ikut belasungkawa atas wafatnya Salam. Mereka sayang kepada Abdus Salam karena beliau telah mengharumkan nama Islam di pentas internasional. Lalu, siapakah Prof Abdus Salam yang punya energi luar biasa untuk mencari titik temu ayat-ayat Alquran dengan ilmu pengetahuan alam itu? Umat Islam yang mana yang membangun masjid megah di Spanyol setelah 750 tahun nama Islam terkubur di Negeri Real Madrid itu?
Buku karya siapakah yang berhasil mengislamkan Carolyn, wanita bangsawan Prusia yang kemudian membalikkan citra Islam di Jerman itu? Ternyata, mereka semua adalah orang-orang Ahmadiyah. Abdus Salam adalah orang Ahmadiyah. Yang membangun masjid di Spanyol juga orang Ahmadiyah. Buku yang dibaca Carolyn juga karya orang Ahmadiyah. Orang-orang Ahmadiyah punya banyak prestasi luar biasa karena punya prinsip mendahulukan cinta dan karya dalam beragama. Salah satu tafsir Alquran yang fenomenal di dunia, The Holy Quran, karya Maulana Muhammad Ali, intelektual Ahmadiyah, menjadi bacaan yang menginspirasi tokoh-tokoh pejuang Indonesia seperti Bung Karno dan HOS Cokroaminoto. Di dunia, The Holy Quran juga menjadi rujukan kajian Islam di Eropa dan Amerika.
Tapi bagaimana kini di Indonesia? Orang Ahmadiyah yang telah mengharumkan nama Islam di dunia internasional itu kini ditendang. Rumahnya dihancurkan. Mereka dicerca, mereka disiksa. Negeri dengan 200 juta umat Islam itu lupa bahwa sumbangan Ahmadiyah terhadap syiar Islam itu luar biasa. Orang Ahmadiyah yang jumlahnya jutaan di dunia tampaknya hanya bisa bersabar menunggu redanya amarah masyarakat Indonesia yang, katanya, cinta Rasul Muhammad itu.
Seandainya umat Islam bertanya kepada Jalaluddin Rumi dan Ibnu Arabi, apa bedanya antara jamaah Ahmadiyah dan jamaah Islam Ahli Sunnah, jawabannya niscaya seperti ini: kedua jamaah ini sama-sama mencintai Allah dan Rasul-Nya, Muhammad. Sampai titik ini, marilah kita merenung: Rasulullah diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia, agar sesama manusia saling mengasihi dan saling mencintai. Bukan sebaliknya, menyerang dan menyiksa manusia hanya karena perbedaan paham seperti di Pandeglang dan Bogor.(*)
M Bambang Pranowo
Guru Besar UIN Jakarta, Direktur Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian
sumber:
http://suar.okezone.com/read/2011/02/11/58/423794/ahmadiyah-disayang-ahmadiyah-ditendang
10 February 2011
Apa itu Ahmadiyah? (Kesaksian seorang NU)
Saudara-saudara, saya ingin membagi informasi tentang ajaran Ahmadiyah yang saya baca langsung dari kitab karangan pendirinya: Mirza Ghulam Ahmad (MGA). Kitab yang menjadi rujukan saya adalah “al-khazain al-ruhiyah”, “al-mawahib al-rahman” yang merupakan terjemahan dari bahasa Urdu Ahmadiyah. Saya akan membagi pembahasan jadi dua, yaitu ajaran-ajaran apa dari mereka yang sama dan ajaran-ajaran apa dari mereka yang berbeda.
Ajaran Ahmadiyah sama dgn mayoritas umat Islam dalam:
- Agama mereka adalah Islam, syahadat mereka adalah La ilaaha illahu wa muhammad rasulullah. Penegasan agama Islam dan syahadat ini ditulis oleh Mirza Ghulam Ahmad di Juz 19 al-Khazain al-Ruhiyah-Kitab Mawahib al-Rahman. “Tidak masuk dlm Jemaat kami,kecuali yg memeluk Islam,mengikuti Kitab Allah,sunnah manusia terbaik (Muhammad saw).. dst (MGA). Maka tidak benar kalau menganggap Ahmadiyah adalah agama baru seperti Bahai, Sikh, dst. Ahmadiyah adalah nama ormas keagamaan bukan agama. Ahmadiyah seperti Muhammadiyah, atau NU, atau Persis, dll (nama ormas keagamaan bukan agama, bukan madzhab fiqh atau firqah). Penegasan ini brasal dr pendirinya Mirza Ghulam Ahmad bahwa tidak seorang pun yang boleh masuk jemaat kami (#ahmadiyah) kecuali dia muslim. Penghakiman terhadap Ahmadiyah bersumber dari sas-sus, fitnah untuk tujuan di luar dakwah Islam, tpi soal kekuasaan. Saya telah mengunjungi dua masjid Ahmadiyah di London, yang pertama London Mosque (al-fadl) mesjid tertua di Inggris (thn 20-an) dan Baytul Futuh. Tidak benar kalau pengikut Ahmadiyah hajinya ke Qadian-India atau ke London, ini fitnah besar. Pengikut Ahmadiyah yg ke London atau ke Qadian untuk mengikuti “Jalsa Salanah” annual meeting ‘pertemuan tahunan’ di Indonesia pun ada.
- Ahmadiyah percaya Muhammad SAW sebagai “Khatam al-Nabiyyin” (‘penutup nabi2′)-sprti ditegaskan oleh MGA dalam “Mir’ah Kamalat Islam”.
- Ahmadiyah percaya tidak ada kitab suci selain al-Quran yang di dalamnya Kalam Ilahi, syariat sempurna & terakhir. Oleh karena itu, yg menuduh Ahmadiyah punya kitab suci selain al-Qur’an yang disebut-sebut tadzkirah adalah fitnah & dusta besar. Tadzkirah yang berasal dari ucapan, catatan, dan ilhamat Mirza Ghulam Ahmad dibukukan 27 tahun setelah MGA wafat bukan kitab suci Ahmadiyah.
- Rukun Islam Ahmadiyah ada (5): syahadat, shalat, puasa, zakat & haji ke baitullah di Mekkah. Dlm ibadat Ahmadiyah ikut madzhab Hanafi.
- Apa yg diharamkan oleh Allah & Rasul-Nya pengikut Ahmadiyah juga haramkan ini ditegaskan dalam kitab Nur al-Haqq
Kesimpulan, rukun Iman (6) dan rukun Islam (5) pengikuti Ahmadiyah sama dengan mayoritas umat Islam sedunia.
Ahmadiyah shalat 5 waktu (bukan 3 waktu seperti Syiah) jumlah rakaat sama, bunyi adzan sama (kalau Syiah beda), dalam subuh tak ada qunut. Dalam shalat Ahmadiyah seperti Muhammadiyah tidak ada zikir setelah shalat, doanya tidak nyaring, tidak ada qunut, tidak ada shalawat di antara 2 khutbah. Koreksi untuk anda: (Ahmadiyah shalat 5 waktu (bukan 3 waktu seperti Syiah)Syiah shalat 5 waktu juga, tapi dibagi menjadi Subuh, Zuhur dan Ashar, Magrib dan Isya. by Rachmat Setiawan)
Beberapa Perbedaan dengan sebagian umat Islam:
- Ahmadiyah percaya wahyu itu berlanjut, namun hanya “wahyu tabsyiri wal indzari” (wahyu dakwah) bukan “wahyu tasyrii” (wahyu syariat). Ahmadiyah percaya Mirza Ghulam Ahmad dapat wahyu, tapi isinya bukan syariat baru, tapi penegasan pada syariat Muhammad SAW. Apakah wahyu bisa diturunkan pada selain Nabi? Jawabnya bisa. Ibu Musa as dapat wahyu di surat al-qashash ayat 8. Selain Ibu Musa, Maryam menerima kalam dari malaikat (al Imran ayat 46), atau al-hawariyun –pengikut setia Isa (al-maidah ayat 112). Wa idz awhaytu ila al-hawariyyina an aminu bi wa bi rusuli – saat Kuwahyukan pada pengikut setia Isa,untuk beriman pada-Ku & RasulKu” (al-maidah 112). Kesimpulan dari dalil-dalil tadi wahyu bisa diturunkan Allah pada selain Nabi, Ibu Musa, Maryam, pengikut Isa tapi bukan “wahyu syariat”. Benar Mirza Ghulam Ahmad mengaku menerima wahyu, tapi BUKAN WAHYU SYARIAT, wahyu itu tdk membatalkan syariat Muhammad SAW. Mohon anda baca kembali istilah wahyu ayat-ayat Qur’an yang diturunkan selain Nabi, atau bahkan pada tumbuhan dan binatang, tapi bukan wahyu syariat.
- Ahmadiyah percaya semua nabi tubuhnya adalah manusia biasa, dan akan berakhir sprti manusia biasa (mati), dmikian jga Isa as. Yang membedakan Ahmadiyah dengan umat Islam yang lain yaitu, bagi ahmadiyah Isa telah wafat, tidak hidup jasmani-rohani nya di langit. Ahmadiyah dengan argumentasi nalar dan teks menolak bahwa saat ini Nabi Isa masih hidup, berada di langit, tubuh & ruhnya dan akan datang lagi. Ahmadiyah percaya Nabi Isa as, seperti nabi-nabi yang lain, tubuhnya manusia dan punya ajal, tubuh punya umur. Karena Ahmadiyah percaya nabi Isa telah wafat, maka mesias dan imam mahdi-ratu adil yg dijanjikan-adalah orang lain,bukan Nabi Isa yang wafat. Ahmadiyah percaya orang yang sudah wafat tidak akan kembali ke dunia ini, sprti halnya Nabi Isa as. Ia tidak akan kembali lagi ke dunia. Keyakinan Ahmadiyah ini lebih rasional dibanding kebanyakan umat Islam yang percaya Isa sebagai manusia masih hidup tubuhnya & berada di langit. Dibanding Imam Syiah 12 Imam (yang ada di Iran) mereka percaya imam ke-12 yang ada di abad pertengahan masih hidup dan akan kembali ke dunia. Arti “rafa’a” dlm quran untuk Isa as, bukan Allah “mengangkat” jasad dan ruhnya ke langit, tapi “mengangkat derajatnya” (mulia).
- Kalau bagi mayoritas umat Islam, mesias (al-masih) dan Imam Mahdi belum turun, bagi Ahmadiyah sudah turun yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Dengan catatan keras: Mesias dan Imam Mahdi ini memperkuat syariat Muhammad SAW, tidak boleh menambah atau mengurangi sedikit pun. Karena nubuat2 ini harus diletakkan dalam doktrin bahwa Mesias itu adalah seorang nabi (tanpa syariat) yg memperkokoh syariat Muhammad saw.
Jadi meski Ahmadiyah percaya Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi (Mesias) dan dapat wahyu, tapi TIDAK ADA SYARIAT BARU. Ibadat mereka sama dengan yang lain.
Banyak yang salah paham, dikiranya keyakinan Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan mendapat wahyu otomatis mengubah syariat Muhammad? Salah besar itu. Jangan menutup mata, bahwa keyakinan Ahmadiyah terhadap Mirza Ghulam Ahmad ada landasan teks dan rasional, mereka berhak untuk percaya.
Keyakinan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi tidak mengubah syahadat, hanya diucapkan dlm bay’at unt masuk jemaat Ahmadiyah. Nama Mirza Ghulam Ahmad dan wahyunya tidak disebut dalam bacaan shalat, tidak pula di masjid-masjid Ahmadiyah. Foto Mirza Ghulam Ahmad dan penggantinya (khulafa’) memang dipasang di kantor2 Ahmadiyah tapi tidak di masjid. Di masjid-masjid Ahmadiyah hanya ada syahadat dan ayat-ayat al Quran, tidak ada foto Mirza Ghulam atau ucapan-ucapannya.
Anda yg mau mengetahui ajaran Ahmadiyah bacalah dari buku-buku aslinya bukan kutipan-kutipan dari musuh-musuh mereka Kesimpulan saya : rukun iman dan Islam Ahmadiyah sama dengan mayoritas Islam, bedanya Mesias & Imam Mahdi bagi mereka sudah datang, sedangkan bagi yang lain belum.
Ibadat Ahmadiyah sama dgn umat Islam yang lain, secara madzhab fiqh mereka ikut Imam Hanafi (Imam fiqh pertama dlm 4 Madzhab). Ada kaidah fiqh yang sering dikutip GusDur qawl al-mujtahidi ‘an khashmihi laa yu’khadz (pendapat mujtahid tentang lawannya tak bisa diambil). Oleh karena itu, pendapat MUI, FPI, FUI,HTI atau siapapun yg memusuhi Ahmadiyah tidak bisa diandalkan, karena mereka punya bias-permusuhan. Ada kaidah fiqh yang lain juga untuk tidak mudah menghakimi, “idra’uu al-syubhaat” (hindari perkara-perkara yang belum jelas).
Semoga saya dijauhkan dari keangkuhan menganggap diri bisa menghakimi orang lain dalam soal iman.
Saya telah melihat tata-cara ibadah Ahmadiyah sampai pemimpin tertinggi mereka yg dipanggil “hudhur”, masjid-masjid mereka, tidak ada perbedaan. Isi dari ‘Jalsah Salanah’ adalah ceramah-ceramah dan shalat tahajud, tidak ada ritual dan ibadat baru yang tidak dikenal Islam. Saya menyimpan foto-foto masjid-masjid Ahmadiyah di inggris dari luar hingga bagian dalam. Di luarnya ada kalimat syahadat dan di dalamnya ada ayat-ayat Qur’an. Tidak ada foto Mirza Ghulam dan kutipan kata-katanya di masjid-masjid Ahmadiyah, tidak ada kultus luar biasa padanya di jemaat #ahmadiyah.
Setiap masjid Ahmadiyah ada kalimat syahadat “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah”, tidak benar ada tambahan Mirza Ghulam nabi Allah. Kalau ada yang bilang: syahadat Ahmadiyah itu beda, shalatnya beda, puasanya beda, zakatnya beda, hajinya beda: ini fitnah besar!
Orang Ahmadiyah dari Pakistan memang tidak bisa naik haji ke Mekkah, karena di paspor mereka dipaksa ditulis agama mereka Ahmadi bukan Islam. Orang-orang Ahmadiyah Pakistan kalau mau naik haji pakai paspor Inggris atau India yang tak cantumkan agama di paspor mereka.
Apakah mayoritas umat Islam di Indonesia memusuhi Ahmadiyah? Tidak benar, kalau benar mereka takkan hidup di sini sejak tahun 20-an. Benar kalau mayoritas umat Islam di Indonesia berbeda dalam beberapa poin ajaran dengan Ahmadiyah tapi berbeda bukan berarti memusuhi.
Namun hal yang berkaitan dgn ibadah-ibadah mahdlah, hal yang “al-ma’lum min al-din bi al-dlarurah”, Ahmadiyah sama dengan mayoritas umat Islam Indonesia. Perdebatan kelompok Islam yang lain dengan Ahmadiyah sudah terjadi sejak lama, tapi tindakan kekerasan ini fenomena baru. Saya sering ditanya kenapa Ahmadiyah sangat dibenci? Lalu saya balik Tanya, kenapa baru sekarang mereka dibenci? Mereka di Indonesia sejak tahun 20-an lhoo!
Saat ini, seolah-olah sudah jadi parameter-tapi tolol-yang mau dianggap Islamnya bener maka harus membenci dan membubarkan Ahmadiyah. Kalau itu dipakai, maka KH Hasyim Asy’ari pendiri NU bisa dituding Islamnya nggak bener , karena tidak pernah ada fatwa membubarkan Ahmadiyah.
Yang belum pernah shalat, masuk masjid Ahmadiyah atau baca kitab-kitabnya tolong jangan sok tahu dank oar-koar tentang Ahmadiyah, anda cuma nelan fitnah. Siapa yg bilang ini: kebohongan kalau diulang-ulang suatu saat akan jadi kebenaran. Inilah yg terjadi pada #ahmadiyah. Banyak bukti : saksi, rekaman video, foto FPI lakukan aksi-aksi kekerasan, divonis pun sudah. Tapi Ahmadiyah tidak pernah lakukan kekerasan.
Kata siapa orang Ahmadiyah tidak bisa shalat dengan muslim yang lain?Atau muslim yang lain dilarang shalat di masjid Ahmadiyah? Buktikan dulu. ‘ala kulli hal Ahmadiyah sudah ada zaman Hadlratu Syekh Hasyim Asy’ari, tidak ada fatwa bubarkan ahmadiyah, saya manut beliau. Kalau memang Ahmadiyah boleh dibubarkan, sudah bisa sejak zaman KH Hasyim Asy’ari atau KH Wahid Hasyim yang jadi Menteri Agama yang pertama.
Kalau ada orang NU yang mau bubarkan Ahmadiyah, berarti ia anggap dirinya lebih dari Hadlratu Syaikh Hasyim Asyari. Seharusnya Surya Darma Ali Menteri Agama sekarang mengikuti KH Wahid Hasyim Menteri Agama pertama yang melindungi Ahmadiyah. Kiai-kiai NU yg ikut2an mau bubarin Ahmadiyah itu kiai-kiai baru yang amalannya “kursi fulitik” bukan “ayat kursi”
Pertanyaan yg harus dijawab, mengapa baru sekarang Ahmadiyah dimusuhi padahal mereka sudah ada di negeri ini sejak tahun 20-an? Kenapa baru Menteri Agama sekarang Surya Darma Ali yang mau bubarkan Ahmadiyah sementara Menteri Agama pertama KH Wahid Hasyim lindungi mereka? GusDur tegas membela Ahmadiyah sebagai hak konstitusional, sebagai warga-negara bukan sebagi ajaran. Jadi, sikapi Ahmadiyah sebagai warga-negara. Bagi anda yang tak setuju ajaran Ahmadiyah, tanamkan tasamuh (toleransi) sikapi mereka seperti GusDur menyikapinya sebagai warga-negara.
Anda kalau mau belajar NU, mau tahu NU ya ke GusDur, sanad beliau nyambung,msh bertemu KH Hasyim Asyari,KH Wahid Hasyim,KH Wahab, KH Bisyri. Ajaran, tafsir dan tradisi NU yg otoritatif menurut saya melalui #GusDur,yg punya darah,ideologi&karamah tokoh2 NU,tolong jgn sebut yg lain
Selama KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Wahab, KH Bisyri, dan KH Abdurrahman Wahid tidak berfatwa bubarkan Ahmadiyah saya pun tidak! GusDur pernah ditanya, Gus Ahmadiyah sesat karena ngaku terima wahyu Respon GusDur “gitu aja kok sesat, gimana Wahyu Sihombing”
Kesimpulan saya dr bacaan, amatan & pengalaman langsung, rukun Islam Ahmadiyah sama persis! Nama Mirza Ghulam Ahmad tidak disebut dalam syahadat atau shalat hanya dalam bay’at (ikrar masuk jemaat) Ahmadiyah. Orang mau yg masuk tarekat saja ada bay’at untuk taat pada Allah, Rasululullah, Syaikh Pendiri Tarekat dan Syaikh yang bai’at dia, begitu pula Ahmadiyah. Ahmadiyah tidak bisa dikafirkan karena mereka syahadat, shalat, puasa, berhaji, zakat, ikuti Qur’an & Sunnah Nabi. Mereka muslim. Sekali lagi anda yang tidak bisa terima ajaran Ahmadiyah (meskipun mayoritas sama) tasamuhlah (toleran) sikapi mrka sbgai warga-negara. Tak sedikit yang benci Ahmadiyah karena tidak tahu, seperti pepatah: al-nasu a’da’u ma jahilu (manusia cenderung memusuhi yang tak diketahuinya).
Informasi tentang Ahmadiyah yang dianggap kebenaran sebenarnya tak lebih kebohongan yang diulang-ulang. Sekian sekedar berbagi informasi tentang Ahmadiyah yang berasal dari bacaan, amatan dan pengalaman pribadi saya langsung berinteraksi dgn mereka.
Kalau ada yang sibuk ngurusin keyakinan Ahmadiyah, emang siapa Yang punya surga dan neraka? Kuu anfusakum wa ahlikum nara (jaga dirimu dan keluargamu dari neraka).
-Guntur Romli-
Penulis, Aktivis, dan Kurator di Komunitas Salihara, Jakarta
Salah Paham terhadap Ahmadiyah
Oleh: M Qasim Mathar (Guru Besar UIN Alauddin)
Dalam konteks kaum Muslimin, tidak ada hak satu mazhab keislaman untuk melarang mazhab keislaman yang berbeda, dengan alasan HAM mazhabnya dilanggar oleh mazhab yang berbeda, sekalipun perbedaan itu dalam perkara akidah pokok.
Suatu ketika, dalam wujud sebagai manusia, malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad saw dan menanyakan tiga hal. Pertama, apakah Islam itu? Kedua, apakah iman itu? Ketiga, apakah ihsan itu?
Tentang soal pertama, Nabi menjawab bahwa Islam adalah Anda bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul-Nya. Juga, penegakan salat, penunaian zakat, puasa di bulan Ramadan, dan berhaji bagi yang mampu ke Tanah Suci.
Tentang soal kedua, Nabi menjawab bahwa Anda percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, Hari Akhirat, dan takdir, baik yang berefek positif maupun negatif. Sedang soal ketiga, Nabi menjawab bahwa Anda mengabdi kepada/demi Allah seolah-olah Anda melihat-Nya. Namun, kalau Anda tidak melihat-Nya, yakinlah bahwa Dia pasti melihat Anda.
Jawaban Nabi Muhammad saw di atas mengisyaratkan bahwa Islam, iman, dan ihsan yang beliau ajarkan bersifat terbuka. Misalnya, keislaman ditandai dengan kesadaran bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah agen-nya.
Pernyataan tersebut, dijelaskan lebih jauh dalam jawaban Nabi atas soal iman, bahwa di antara tanda keimanan ialah beriman kepada semua rasul/agen Allah dan semua kitab suci; bukan hanya kepada rasul/agen dan kitab suci tertentu saja. Jadi agama yang dibawa Nabi Muhammad saw bisa mencakup umat beragama yang lain.
Dengan demikian, menjadi aneh kalau di dalam Islam, ada orang atau umat menegaskan diri sebagai Muslim, percaya kepada Nabi Muhammad saw dan Alquran sebagai kitab suci mereka, seperti Ahmadiyah, ditolak dan dikatakan bukan Muslim.
Dialog antara Jibril dan Nabi tersebut, selanjutnya dibuat tiga kategori, masing-masing disebut dengan syariat (dalam arti sempit), akidah (dipandang sebagai dasar, fundamen, atau pokok agama), dan akhlak (posisi jiwa saat beraktivitas).
Jawaban Nabi, yang juga disebut hadis, itu meski sistematikanya tidak seperti itu, namun, dinyatakan juga oleh ayat-ayat Alquran yang tersebar di berbagai tempat di dalam kitab suci tersebut.
Karena itu, akidah pokok menurut versi hadis tersebut ada enam. Bahkan akidah pokok tentang kenabian, hanya menyatakan percaya kepada rasul-rasul (semua). Sehingga, sekiranya ada yang percaya adanya nabi sesudah Nabi Muhammad saw, maka kepercayaan itu tidak bertentangan dengan akidah pokok Islam.
Karena pemahaman atas ayat tertentu dari Alquran dan hadis, kaum Muslimin pada umumnya percaya bahwa Nabi Isa as akan hadir kembali di akhir zaman. Sekiranya kepercayaan itu benar, itu artinya Nabi Isa as hadir kembali sesudah Nabi Muhammad saw.
Dan, tentu beliau tidak akan disapa dengan "Pak Isa", "Daeng Isa", dan lain-lain. Beliau tetap disebut Nabi Isa as meski datang kembali sesudah Nabi Muhammad saw. Jadi, perbedaan antara Muslim Ahmadiyah dan Muslim non-Ahmadiyah, sangat tipis.
Muslim Ahmadiyah bahwa Nabi Isa as yang dijanjikan akan hadir kembali sudah terjadi, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Sedang, Muslim non-Ahmadiyah masih menunggu. Artinya, masalah tersebut adalah masalah khilafiyah dalam perkara akidah.
Bahkan, redaksi "khatamun nabiyyin" yang terdapat dalam Alquran, ada yang mengartikannya sebagai "penutup semua nabi", ada juga mengartikannya secara berbeda setelah membacanya dengan lafaz yang berbeda.
Dalam pendapat saya, pelarangan/pembubaran Ahmadiyah, bukan saja melanggar HAM kebebasan beragama, tapi juga melanggar UUD negara Indonesia. Dalam konteks kaum Muslimin sendiri, tidak ada hak satu mazhab keislaman untuk melarang mazhab keislaman yang berbeda, dengan alasan HAM mazhabnya dilanggar oleh mazhab yang berbeda, sekalipun perbedaan itu dalam perkara akidah pokok.
Tidak ada hak, contoh saja, mazhab keislaman Muhammadiyah menuntut, misalnya, mazhab keislaman NU, hanya karena menganggap NU bertentangan dengan akidah pokok Muhammadiyah.
Dalam hal lebih luas, akidah pokok Muslim Syiah ialah tauhid, keadilan, kenabian, kebangkitan (hari akhirat), dan imamiyah. Bandingkan dengan enam akidah pokok dalam dialog Jibril dengan Nabi saw.
Tidak persis sama, ada perbedaan. Apakah dengan demikian, Syiah juga harus dilarang dan dibubarkan?
Dalam kedangkalan ilmu saya, saya memahami bahwa HAM adalah bersifat universal, tidak dibatasi oleh etnis, suku, agama, dan ideologi.
Kalau ada HAM Muslim Sunni, Muslim NU, dan lain-lain, maka itu adalah "HAM local", yang tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak pihak lain yang masih dalam satu rumpun agama yang sama: Islam.
Ahmadiyah berkitab suci kepada Alquran. Kalau ada "kitab suci" yang lain, bukankah banyak juga "kitab yang disucikan" oleh kelompok-kelompok Islam lainnya? Jangan mengira orang Ahmadiyah tidak berhaji ke Mekah. Kalau ada tempat lainnya yang disucikan, anggap saja seperti haji-haji lainnya yang juga berkunjung ke tempat-tempat yang mereka percayai suci.
Saya kaget dengan tulisan Prof Achmad Ali bahwa buku "Safinatu Nuuh" bercerita tentang "Allah bersetubuh dan melahirkan sejumlah anak…" dan bahwa kantor Ahmadiyah Qadian di Israel. Tapi setelah saya periksa silang ke sana kemari, kekagetanku sedikit reda.
Sebab, seorang mubalig Ahmadiyah berkata bahwa selama ia belajar dan digembleng sampai menjadi muballig, tidak sekalipun ia tahu tentang buku tersebut.
Tokoh Ahmadiyah lainnya, justru kaget saat kuberitahu tentang kantor Ahmadiyah di Israel. Menurutnya, meski Rabwah di Pakistan merupakan kota pusat Ahmadiyah, tapi London, Inggris, di mana Khalifah V Ahmadiyah berkedudukan, adalah kota kedudukan kantor pusat kendali administrasi Ahmadiyah seluruh dunia, baik mazhab Qadian maupun Lahore. Memang ada baiknya periksa silang dilakukan agar kesalahpahaman tidak terjadi.
Akhirnya, daripada selalu ribut soal Ahmadiyah, yang hakikatnya adalah beda tafsir mengenai Islam, lebih baik kita mengajak kaum Muslimin pengantar jenazah untuk sadar hukum dan aturan berlalu-lintas.
Jangan hanya jalan macet atau sempit, sehingga pengguna jalan lainnya belum sempat meminggir, mobil mereka dipukul atau mendapat bentakan yang tidak bersahabat. Sikap pengantar jenazah yang demikian, tidakkah juga serupa dengan terorisme dan anarkisme? (*)
sumber: http://metronews.fajar.co.id/read/108889/19/salah-paham-terhadap-ahmadiyah
